SOMASI NEWS.COM BONE SULSEL – Bhayangkara Bone FC dipastikan melenggang ke babak 16 besar di turnamen Tello FC Cup 1. 2026. Kepastian ini diraih setelah Bhayangkara menang adu penalti melawan Masseddi FC di babak 32 besar di lapangan Majang, Kamis (02/7/2026).

Pertandingan antara tim bhayangkara Bone FC melawan Tim Masseddi FC berakhir dengan skor imbang 1-1 dalam waktu normal 2×20 menit. Hasil tersebut mengakibatkan laga harus dilanjutkan ke adu penalti.
Memasuki babak kedua, Tim Masseddi FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hingga menit berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Pertandingan antara Bhayangkara Bone FC dan Masseddi FC harus diteruskan ke drama adu Finalti, kedua tim sama-sama bermain penuh determinasi. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, gol tambahan tak kunjung tercipta. Laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Drama mendebarkan terjadi di babak adu penalti. Kedua tim sama-sama berada dalam tekanan hebat. Penendang ketiga bagi Masseddi FC gagal menjalnakan tugasnya karena bola membentur tiang gawang.
Bhayangkara Bone FC, sukses menutup adu penalti dengan gol penentunya dan keluar sebagai pemenang di laga ini dan berhak melaju ke babak 16 besar. Sebaliknya, Masseddi FC dipastikan tersingkir.
Keberhasilan melaju ke babak 16 besar melalui drama adu penalti dengan skor tipis merujuk pada kemenangan sensasional Bhayangkara Bone FC saat menyingkirkan Masseddi FC di babak 32 besar. Laga dramatis tersebut, Bhayangkara Bone FC tampil mendominasi. Skor imbang 1-1 bertahan sepanjang waktu normal 2×20 menit dan keluar sebagai pemenang melalui titik putih.
Catatan: Bhayangkara Bone FC, lolos ke babak 16 besar dengan memenangkan adu penalti secara beruntun dalam tiga pertandingan adalah anomali yang sangat luar biasa karena ketatnya persaingan antartim. Kemenangan adu penalti tiga kali berturut-turut membutuhkan mental baja, kesiapan fisik hingga 2×20 menit bermain, serta strategi tingkat tinggi dari tim pelatih. Menjadi sangat ikonik sebab tim-tim yang melangkah dengan cara ini seringkali menjadi kuda hitam yang tidak diunggulkan. (*)















































