Ragam

Kisah Pilu Imam Rozali Musisi Gitar Tunggal Klasik Lampung.

Lampung (Somasinews.com)
Salah satunya yang lagi center dimedia online, Surat Kabar dan Media tv, Musisi Gitar Tunggal dan Pencipta Lagu Daerah Lampung serta Ngias bernama Imam Rozali salah Keturunan Kerajaan Sekala Bragk, Desa Canggu, Lampung Barat, dari Kepaksian Buai Nyerupa dengan gelar adok Batin Panglima begitu kental mengembangkan dan memperkenalkan kesenian serta budaya leluhur daerah Lampung khususnya, Minggu (23/08/2020).

Namun hal ini seiring berjalannya waktu, dengan perubahan teknologi dan pembangunan seakan kesenian serta kebudayaan Daerah Lampung sepertinya tergerus dan terlupakan dari perhatian Pemerintah, Apalagi dalam situasi dan kondisi akibat adanya wabah pandemi Covid-19 semakin terpuruk dalam hal ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, hingga beralih dari seorang musisi Gitar Tunggal Klasik dan Pencipta Lagu Daerah Lampung dan Ngias menjadi pedagang makanan (Rujak petis) bahkan menjadi tukang ojek.

Dikutip dari salah satu youtuber Lampung MediaTV Idham MC dalam pernyataan Imam Rozali mengungkapkan, dalam situasi ini masih tetap eksis, yang mana sebagai musisi Lampung, dikenal daerah, nasional hingga internasional bahkan pernah ada peneliti dari luar negeri yang pertama Ketty dari London, smit peneliti dari Australia, Valmerken peneliti dari Amerika, Barbarangret dari Denhakq Belanda yang mendapat hasil penelitian berupa Kias dan Gitar Tunggal hingga sampai saat ini masih eksis lagu Gitar Tunggal dan Lagu Lampung serta dangdut maupun remix bahwa kita bisa menunjukan pencipta lagu gitar tunggal klasik juga mampu untuk menciptakan lagu-lagu yang lainnya,” Ungkap.

Namun semenjak Covid-19 ini tidak ada pemasukan sama sekali, terkait juga karena turun himbauan Pemerintah dari Kapolri untuk menjaga jarak, jadi apa yang abang lakukan,? Pernah manggung acara adat disuruh bubarkan oleh pihak TNI Dan Polri, kerumunan untuk menghindari mendapatkan saksi bahkan dipenjara dan denda, Dan akhirnya bersama kawan-kawan musisi internasional kami lompat/beralih dari panggung, takut mendapatkan sangsi dari pihak keamanan,” Katanya.

Setelah dari itu kami tidak bisa melakukan apa-apa dari panggung bahkan tidak bisa menghasilkan uang untuk kehidupan sehari-hari sampai melakukan hutang kepada orang, Untuk mendapatkan hasil memenuhi kebutuhan keluarga, saya melakukan usaha sehari-hari, selama ini dengan berjualan Rujak Bebek Petisan, dan pada siang harinya bekerja dikebun sambil menjadi tukang ojek juga yang mana membuat merasa dirinya mengakui malu.” Imbuhnya.

Harapan saya kepada kepada Pemerintah Daerah terutama Gubernur Lampung bisa memberikan bantuan biaya terhadap saya secara langsung, Insya Allah cukup untuk membangun kreasi, Dapur Rekaman dan membuatkan lagu, membeli alat latihan group untuk lebih bisa mengembangkan Kesenian dan Budaya Daerah Lampung.
Dan untuk para generasi, murid-murid yang pernah belajar dengan saya tetap pertahankan adat, budaya dan kesenian daerah kita, begitupun jika ada anak-anak lain yang mau belajar Gitar Tunggal kapanpun saya akan siap hadir untuk mengajari mereka Gitar Tunggal dan memberikan 24 macam petikan Gitar Tunggal dari Umpu Buai Nyerupa dan untuk Papadun 8 Petikan sehingga petikan gitar tunggal dari Umpu Buai Nyerupa bisa dikatakan petikan yang paling terhebat tingkat didunia dengan pembuktian para penelitian dari luar negeri yang pernah hadir,” Harapnya.

Ditempat yang berbeda, salah satu Tokoh Adat Lampung, Rudi Alansyah dengan Gelar Adok Pangikhan Mangku Bumi dari Pekon Ruang
Tengah, dan juga selaku Ketua Divisi Sosial dan Seni Budaya di LBH PERPUKAD (Lembaga Batuan Hukum Perjuangan Pemuda Untuk Keadilan) menuturkan, prihatin terhadap Musisi Seni dan Budaya, ketika berkunjung ke kediaman Musisi Lampung Imam Rozali Pencipta Lagu sekaligus Penyanyi Gitar Tunggal Klasik, saya sangat prihatin dengan kondisi dan keadaan kehidupan beliau serta tempat tingal yang bisa dikatakan bagi saya belum layak, yang mana menyandang sebagai seorang musisi Imam Rozali saat ini,

“Saya sangat berharap kepada Pemerintah Daerah dan Instansi terkait, bisa ikut berperan serta memberikan dukungan di Bidang Seni dan Budaya khususnya Ngias dan Gitar Tunggal Klasik Lampung karna selama ini yang saya tau Pemerintah Daerah Fokus pada Rumah Adat dan Wisata Pantai serta Tarian, namun lupa ada salah satu kesenian Ngias dan Gitar Tunggal Klasik Lampung yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah, oleh sebab itu saya berharap kepada Pemerintah Daerah maupun Pemeritah Pusat dapat memberikan dukungan untuk melestarikan Seni dan Budaya Adat Lampung khususnya Ngias dan Gitar Tunggal Klasik Lampung,” Tuturnya.

Direktur LBH PERPUKAD Jhony Nopiansyah, sangat mengapresiasi salah satu anggotanya Ketua Divisi Sosial Seni Dan Budaya (Kadiv Sosbud), sesuai tupoksinya dengan kepedulian terhadap Seni dan budaya Gitar Tunggal Klasik dan Lagu Daerah Lampung serta Ngias, untuk ikut berperan dalam mengembangkan/melestarikan Seni Budaya Daerah Lampung,” Tandasnya. (Jhony)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top