Anggota DPRD Provinsi Sulsel Konsultasi Publik Sistem Pertanian Organik

  • Whatsapp

Suara Masyarakat Anti Diskriminasi

Pangkep — Somasinews.com Sulsel, Konsultasi publik sistem pertanian organik di Sulawesi Selatan berlangsung di kantor Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep jl Cempaka Kel. Minasatene, pada 4 September 2021 oleh Drs. H. Anwar A. Recca, MM anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Partai kebangkitan bangsa (PKB).

Bacaan Lainnya

Bertindak sebagai moderator Andi Baso Kemal, dan menampilkan para narasumber Dr. Rahman Syamsudin, SH, MH, dan Dr. Jamilah, S.Si, M.Si.

Sementara bertindak sebagai Tim perumus adalah Anwar Ali, SH, MH, Muhammad Amiruddin, SH, MH, Drs. H. Abdurrahman Assegaf, M.I. Kom (Ketua DPC PKB Pangkep), Andi Nasrun, STP, M.Si, (Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Pangkep), Suwardi, dan notulen Ina Yuliana Dewi, SE, MM.

Kegiatan yang sangat dinamis berlangsung dalam protokoler kesehatan sangat ketat itu, diikuti oleh para peserta yang terdiri dari para penyuluh Pertanian para pengurus serta anggota kelompok tani serta seluruh stakeholder terkait di bidang pertanian.

Ketua DPC PKB Kabupaten Pangkep Drs. Abd. Assegaf, menguraikan tentang selayang pandang potensi Pertanian Kabupaten Pangkep Pangkep dulu pernah berjaya hari ini hilang, potensi yang sangat diandalkan terkenal dengan beras mandi (Ace 8), bersanding dengan Pangkep sebagai daerah ikan Banden.

Oleh Dr. Rahman Syamsuddin, dikatakan, DPRD sudah saatnya cara-cara konvensional bukan harus kita tinggalkan tetapi menempuh yang lebih bijak menerapkan cara cara regulasi yang lebih baik dan menguntungkan.

Oleh Dr. Rahman Syamsuddin dikatakan, beruntung Mentan adalah mantan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Yasin Limpo. Sebentar oleh Abdurrahman menyampaikan bahwa saat ini pertanian kita masih banyak yang menggunakan cara-cara konvensional yang pada saatnya nanti Saat tanah pertanian membutuhkan pupuk akan jadi masalah di kemudian hari. Sistem dan proses pertanian organik adalah metode yang digunakan secara biologi dari insektisida, menjadi bahan pupuk alami.

Dangdut cukup cepat merespon menyusul Bali yang sudah memanfaatkan lebih dahulu. Akan didukung oleh Perda dan pergup.

Sedangkan menurut dokter Jamilah produk organik memiliki efek positif terhadap konsumen dan produsen (para petani) di mana pertanian konvensional bertolak belakang yang mengutamakan produksi yang berdampak kepada lingkungan dan kita yang mengkonsumsinya, berefek kepada kesehatan apalagi mereka yang berkecimpung di bidang itu.

Cemaran kerusakan lingkungan nanti dampaknya pasti kepada masyarakat.

Kenapa diterapkan di Bali Karena di sana daerah wisata yang kesadarannya sudah tinggi menggunakan produk makanan yang sehat dan aman.

Kabid hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep Andi Nasrun, menyampaikan beberapa hal, organic menuju sehat suatu yang tidak tersentuh zat-zat yang merugikan. Kalau penggunaan pestisida orang yang lewat di situ bisa tercemar.

Di Jawa Barat misalnya sudah sangat dapat dibedakan mana organik dan anorganik, Sama halnya di Bali agrowisata ada beberapa tempat yang tidak menjual lagi hasil produksi pertanian tetapi dia mengundang pembeli untuk datang ke sana.

Kebetulan angka data stunting di Kabupaten Pangkep cukup tinggi maka untuk stanting ini, setiap bayi harus dijamin 1000 hari bahkan sebelum lahir, bahkan pengantin harus mulai diberi makanan bergizi.

Yang justru menjadi tanda tanya di beberapa tempat letaknya tidak konsumsi produksinya mereka lebih memilih beli di pasar karena lebih memilih harga. Insya Allah kalau ini diterapkan Pangkep kedepan bisa bebas stanting dan bebas termiskin.

Sekarang ini ada pendapat kalau tanaman mau dibaiki akarnya maka harus dicarikan pupuk harus dari pembusukan pembusukan akarnya juga, kalau daunnya ya dari daunnya juga, demikian juga dengan batang dari batangnya juga.

Laporan: Andi Baso

Pos terkait

Tinggalkan Balasan