Pemerintah Desa USA,A Terkesan Mengelabui Masyarakat Dengan Istilah Bahasa Lama

Bone,Somasinews.com Pelaksanaan pembangunan kegiatan fisik di Desa Usa’a Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, belum lama ini semua kegiatan pembangunan fisik yang di kerjakan oleh Pemerintah Desa Usa’a di duga dalam pelaksanaan pekerjaan fisik tersebut tidak sesuai dengan nominal anggaran,

Bacaan Lainnya

Pasalnya semua pembangunan yang telah di selesaikan oleh Team Kegiatan Pelaksana desa (TPK) hingga sampai saat ini semua tidak sesuai di tiap-tiap lokasi bangunan, di 2020.bahkan papan informasinya tidak terpasang yang terpasang dilokasi pengerjaan proyek pengerasan jalan di 2020 adalah papan informasi lama 2019 yang lalu dan masih kurang pengerjaannya 140 meter jelasnya.

Pembangunan Jembatan di dusun baru,3×5 meter dengan anggaran Rp,57.538.790.sedangkan di papan informasi kegiatan tahun anggaran 2020 yang terpasang dilokasi hanya,3×4 meter dan pekerjaan pengerasan jalan di dusun baru,420 meter biaya Rp.87.936.000 total biaya yang tercantum Rp. 156.971.990 yang di kerjakan TPK Desa Usa’a.

Di lokasi terpisah di mana Pembangunan pengerasan jalan di 2019 yang lalu belum selesai dan masih kurang (140.meter ) yang belum di kerjakan sampai saat ini, sedangkan pekerjaan pengerasan jalan di tahun 2020 yang panjang 420 meter kini belum juga rampung pengerjaannya dan ironisnya lagi telah digabungkan dengan anggaran papan informasi pembangunan 2019,menurut keterangan salah satu warga desa Usa’a yang tidak mau di sebut namanya saat di komfirmasi media Somasinews.com.(01/Des/2020)

Sesuai dengan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No. 14 Tahun 2008 dan Perpres No. 54 Tahun 2010 dan No. 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek yang sesuai nominal anggaran, dimana memuat jenis kegiatan di lokasi.

Di lokasi terpisah ketika awak media Somasinews.com mencoba turun meninjau di lapangan tersebut,hal kegiatan semua bangunan yang pada saat itu, namun yang kami sayangkan, kenapa setiap kegiatan pembangunan itu di setiap titik tidak sesuai dengan nominal anggaran yang tertera bahkan oknum kepala desa Usa’a bila di temui untuk di kompirmasi dia selalu mengatakan dengan istilah ( bahasa lama itu ) jadi tidak perlu di bahas lagi soal pembangunan jalan maupun fisik bangunan yang lain,mengenai pembangunan desanya.

Maka istilah itulah selalu diucapkan dengan ( Bahasa lama ) dan tidak perlu diungkap itu dan marilah kita bahas apa yang tidak pernah dibangun di daerah lain khususnya di wilayah Indonesia timur bahkan diseluruh Indonesia,tapi di desa Usa’a dia yang pertama dibangun, yaitu sebuah Pembangunan perpustakaan yang berlantai dua ucapnya setelah di kompirmasi.

Bahkan disetiap bangunan itu, masyarakat juga perlu tahu berapa nilai yang di anggarkan untuk semua pembangunan yang ada di APBDESA, desa Usa’a bahwa adanya pembangunan pengerasan jalan diduga tidak sesuai pengerjaannya yang tertera di lokasi tersebut.

Lanjut warga bahwa Proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan anggaran itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran.

Pada saat sekarang ini adalah pandemi covit,19 kalau ada proyek yang di anggarkan melalui musdus dan musdes maupun Musrenbang dan tidak dilaksanakan pembangunannya atau di pisahkan ke volume yang lain maka itu perlu musyawarah ulang atau di bahas dan di sertai berita acara jelasnya.

Maka kami minta aparat penegak hukum untuk mengaudit dan mengusut tentang pengerjaan di desa Usa’a. Jika nantinya ditemukan adanya indikasi kerugian negara maka semua pihak terkait wajib dimintai pertanggung jawaban.

“Kita harap pihak penegak hukum turun kelapangan, untuk melihat langsung apakah ada indikasi kerugian negara.

Laporan : Samsuddin Kabiro Bone Sulsel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan