Tokoh Masyarakat dan LHP Minta Usut Tuntas Masalah Pemanfaatan Program Pamsimas di Pekon Menyancang

  • Whatsapp

Suara Masyarakat Anti Diskriminasi

Pesibar-Somasinews.com Mrahhadin, tokoh masyarakat Pekon Menyancang, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat meminta pihak terkait mengusut tuntas permasalahan pamsimas yang ditujukan untuk Pemangku Tanjung Agung I dan Pemangku Tanjung Agung II.

Bacaan Lainnya

Yang mana diketahui program Pamsimas di Pekon Menyancang mengalir hanya kurang lebih dua minggu saja setelah pembangunan selesai, tak hanya itu sumber air yang dipakai juga dinilai tak higienis karena memakai sumber air dari irigasi persawahan.

Tokoh masyarakat ini juga menilai pembangunan Pamsimas tersebut gagal dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat, ia juga menegaskan bahwa pembangunan pamsimas ini harus diselidiki lebih lanjut karena dilihat dari perencanaan saja sudah salah seharusnya ada kajian awal yang mendasari pembangunan tersebut supaya bisa bertahan lama, orang yang sering dipanggil Mrah ini juga menduga proyek tersebut hanya sebuah manipulasi dari orang-orang yang ingin memperkaya diri sendiri.

” Saya menilai pembangunan Pamsimas itu gagal, dan ini yang harus kita selidiki lebih lanjut, proyek ini kan seharusnya ada tim teknis pasti ada perhitungan dan juga kajian awal yang mendasari, kalau memang gagal dari perencanaan, gagal dari pelaksanaan berarti proyek ini hanya sebuah manipulasi”, tegasnya kepada awak media Senin (31/05/2021).

Ketua Lembaga Himpun Pemekonan (LHP) yang dijabat oleh Tambat Eropik juga menyebutkan Pamsimas di desanya dinilai gagal karena hanya mengalir sekitar satu Minggu saja, ia juga menyebutkan pihak terkait ingin melaksanakan serah terima kepada masyarakat yang mendapatkan manfaat saat itu namun masyarakat menolak dengan alasan aliran air belum mengalir sepenuhnya karena di beberapa rumah masih ada pengerjaan tambahan yang belum selesai.

Ia juga menyebutkan perencanaan yang di realisasikan tidak tepat karena sumber air yang digunakan hanya dari irigasi persawahan, seharusnya sumber air yang digunakan berasal dari sumber air yang bersih.

“Sudah jelas tidak bersih air yang digunakan, karena itukan cuman pakai irigasi persawahan, di hulu juga banyak MCK (WC) masyarakat yang pembuangannya langsung ke aliran air itu”,tegasnya.

Ketua LHP ini berharap pihak terkait bisa mengusut permasalahan Pamsimas ini, ia juga ingin agar Pamsimas di pekon Menyancang bisa diperbaiki dan juga layak dipakai masyarakat, supaya warga yang mendapatkan benar-benar merasakan manfaatnya.

Laporan : Helayati

Pos terkait

Tinggalkan Balasan