Desa Coppotompong Dipelosok Tapi Memiliki Potensi Dan Keunikan Tersendiri

  • Whatsapp

Suara Masyarakat Anti Diskriminasi

Pangkep-Somasinews.com Sulsel, Desa Coppotompong yang terletak di bagian pinggir sebelah Utara Kabupaten Pangkep, tetangga sebelah timur dari desa Mandalle, Kecamatan mandalle Kabupaten Pangkep.

Bacaan Lainnya

Sekilas saat kita memasuki desa yang tergolong wilayah bagian pelosok atau terpencil Kabupaten Pangkep ini terkesan sesuatu yang istimewa. Pemandangan yang indah dengan struktur alamnya yang berlereng itu tertata bangunan pemukiman warga masyarakatnya yang rapi dan bersih yang ditandai dengan penataan pagar dan halaman rumahnya di pinggir-pinggir jalan yang tertata rapi dan terkadang seragam, warna-warni yang mencolok dan menarik perhatian, seolah kita sedang memasuki suatu wilayah yang siap untuk melakukan lomba-lomba antar desa ataupun Kelurahan, ataupun suatu desa yang sementara ada acara melakukan persiapan suatu hajatan tingkat atau antar wilayah.

Konon Desa ini di malam hari bagaikan kota kecil yang diterangi dengan gemerlap cahaya lampu warna-warni yang kalau dikunjungi bagaikan menikmati perjalanan wisata ke desa tersebut.

Desa yang tenang aman dan damai tersebut nyaris luput dari sorotan media yang tak pernah tersiar berita tentang adanya gangguan keamanan dan ketertiban dari desa tersebut.

Rasa penasaran itu membuat wartawan media ini ingin mencari kejelasan dan tau lebih dalam lagi dari desa yang memiliki keunikan tersendiri ini.

Memulai penelusuran dengan bertanya kepada warga yang ada di dalam desa tersebut maupun warga sekitar di luar desa tersebut, ternyata desa tersebut dipimpin oleh seorang kepala desa yang cukup dikenal sederhana, ramah, arif dan bijaksana.

Pertemuan kami dengan kepala desa tersebut terjadi di salah satu masjid, tepatnya masjid Miftahul Jannah RW 2 Tompong, Dusun Mattirodeceng. Beliau adalah ketua pengurus masjid tersebut rupanya beliau adalah kepala desa yang taat agama dan beribadah, menurut warganya. Mengenang pertemuan kami beberapa tahun yang lalu.

Setelah mengetahui banyak hal dari desa tersebut maka munculah hasrat untuk mengangkat potensi terpendam atas apa yang ada dari desa tersebut, Coppotompong.

Hasil kedatangan kami mengunjungi rumah kepala desa Coppotompong ini, pada Selasa 4 Januari 2022, adalah Makmur, mengatakan bahwa luas wilayah Desa ini, lebih 7 km persegi, berbatasan sebelah utara dengan desa Mandalle, bagian timur Kabupaten Barru, selatan desa Menggulung dan barat desa Tamarupa.

Menjawab pertanyaan wartawan Kades Makmur berturut-turut menyampaikan, potensi alam andalan bertumpu pada pertanian dan perkebunan, kebun dan persawahan. Mayoritas penduduk bermata pencarian sebagai petani, di bidang yang lain bervariasi tetapi tidak begitu dominan.

Ide membangun desa Coppotompong sedemikian muncul sejak periode pertama sudah menyiapkan untuk menjadikan Desa ini kota-kota kecil, supaya masyarakat yang tidak pernah ke kota sudah bisa membandingkan bahwa seperti inilah kota. Pendek kata orang akan merasa berwisata di sebuah kota kecil asri nan indah saat berada di desa kami.

Kata Makmur, dari awal niat saya untuk menjadi kepala desa atau pemimpin di desa ini tentunya ingin merubah pandangan masyarakat tentang jalan terutama lampu jalan dan lainnya, menyangkut sarana dan prasarana yang ada di desa ini.

Dengan kondisi fisik desa Coppotompong ini, ya jelas setiap para pejabat ataupun anggota DPR yang melihat pasti ingin membantunya untuk pelaksanaan pembangunan.

Ya para stakeholder tertarik untuk melakukan, memperjuangkan kepentingan masyarakat di sini karena ini jelas dilihat buktinya, di daerah terpencil seperti ini pembangunan sarana prasarana atau fasilitas ibadahnya yaitu alhamdulillah lancar semua.

Menurut Kades Makmur yang memang asli orang Coppotompong tapi lahir di Tamarupa ini, Alhamdulillah dengan dana desa, mungkin satu-satunya desa di kecamatan Mandalle, baru desa kami yang memiliki mobil pelayanan kesehatan masyarakat, sambil menunjuk kearah mobil yang terparkir depan rumahnya.

Lampu jalan dan jalan tani sudah ditata semua sedemikian rupa, masih sedang dan akan terus dibangun dan dikembangkan. Demikian .

Lap. Andi Baso

Pos terkait

Tinggalkan Balasan